Mazda Mobil Murah Dengan Tenaga Besar

Saat ini industri otomotif di idn slot Indonesia semakin hari semakin kompetitif sehingga menimbulkan persaingan yang sangat ketat antar produsen otomotif yang sudah lama maupun juga pendatang baru maupun antar ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek). Di tengah beratnya iklim bisnis saat ini dan juga lingkungan yang kompetitif tersebut, berbagai strategi harus dilakukan perusahaan agar tidak kehilangan pelanggannya baik dari sisi pelayanan, teknologi yang dimiliki pada kendaraan yang diciptakan maupun kualitas produk yang diberikan kepada konsumen, sehingga produsen kendaraan dapat memenangkan persaingan baik dari sisi penjualan produk maupun dari sisi pelayanan kepada konsumen. Sehingga dapat menimbulkan dampak kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan meningkat. Bukan hanya dari sisi kualitas saja yang harus dipertahankan melainkan dari sisi harga baik harga kendaran maupun suku cadang yang akan dibutuhkan oleh konsumen. Sejak tahun 1920 Mazda didirikan, Mazda sudah menawarkan berbagai teknologi hingga saat ini baik dari sisi mesin maupun dari sisi harga.

Sejarah Mazda

Mazda didirikan pada tahun 1920 dan sudah 101 tahun berdiri dan memproduksi kendaraan. Meskipun dahulu pernah membuat penyumbat botol dan senjata saat perang dunia II. Mazda akhirnya dikenal dengan mesinnya yang menggunakan sistem Rotary Engine. Mobil pertama Mazda-Go sendiri merupakan kendaraan roda tiga yang menyerupai sepeda dan dilengkapi tempat untuk mengangkut barang di belakang kendaraan tersebut. Mazda-Go merupakan produk pertama yang telah berhasil dikembangkan Toyo saat itu. Toyo Cork Kogyo merupakan nama awal sebelum berubah menjadi Mazda. Nama Mazda sendiri berasal dari nama dewa harmoni, kecerdasan, dan kebijaksanaan dari peradaban paling awal di Asia Barat yaitu “Ahura Mazda”. Pada 1950-an, Mazda mulai membuat kendaraan roda empat dan mulai menjual ke publik. Sehingga pada era 1960-an lahirlah kendaraan berpenumpang pertama yaitu R360 Coupe yang berhasil diperkenalkan ke dunia. Dua tahun setelah lahirnya R360 Coupe maka muncul-lah mobil pertamanya yang menggunakan mesin berbasis rotary engine pada kendaraan barunya yaitu Cosmo Sport 1105 dengan hasil kerjasama dengan mitra perusahaan. Inilah bibit pertama munculnya mesin kendaraan bermotor menggunakan system Rotary engine. Pada tahun 1970 Mazda telah memasuki pasar Amerika Serikat dengan mobil unggulannya yaitu R100 Coupe yang diproduksi secara massal di AS dan menghasilkan penjualan yang sukses dan menjadikan batu loncatan untuk memproduksi Rotary Pickup untuk Amerika Utara dan Kanada. Karena adanya inovasi yang dilakukan oleh Mazda pada tahun 1960 maka lahirlah mobil – mobil bertenaga besar yang didasarkan dari B-Series yang menggunakan tenaga piston. Pada 1978 lahirlah mobil sport yang terjangkau dan bertenaga besar yaitu Mazda RX-7 yang dilanjutkan dengan Mazda RX-8 yang merupakan bibit hasil perkembangan dari mobil sebelumnya yaitu Mazda R360 Coupe yang dimana Mazda RX-7 dan adiknya Mazda RX-8 hingga saat ini banyak digemari oleh para penggemar mobil sport JDM (Japanese Domestic Market).

Tipe Mobil Mazda

Jika kita mendengar mobil keluaran pabrik Mazda maka yang terbayang di pikiran sobat semua adalah mobil sports dua pintu dengan tenaga mesin yang sangat besar serta cara kerja mesin yang sangat unik dikarenakan mesin yang digunakan bukanlah menggunakan piston yang bergerak naik turun pada silinder mesin melainkan piston segitiga yang bergerak berputar dengan ruang bakar yang menjadi satu. Berikut adalah beberapa mobil Mazda yang menggunakan mesin yang diciptakan oleh Felix Wankel yang sangat unik dengan cara kerja pada sistem mesinnya berputar atau yang dikenal dengan Rotary Engine.

RX-7

Sebelum Mazda RX-7 lahir ada beberapa pendahulunya seperti Mazda RX-3, Mazda Cosmo dan masih banyak seri lainnya. Tetapi Mazda RX-7 sendiri mempunyai 3 generasi dari Mazda RX-7 Savanna, RX-7 FS hingga yang paling terkenal yaitu RX-7 FD yang merupakan mobil yang mengusung kejayaan mesin rotary di dunia. RX-7 sendiri memiliki pesaing yang sangat banyak pada masanya seperti Mitsubishi GTO, dan Toyota Supra Mark IV, Skyline GT-R R33-R34, sampai Honda NSX. Sehingga Mazda RX-7 FD pernah menjadi posterboy dari mobil performa Jepang yang booming di tahun 1990-an. Selama 24 tahun Mazda memproduksi pada tahun 1978-2002 lahirlah Mazda dengan seri RX-nya dengan tiga generasi berbeda. Semua berawal dari sports car murah pesaing Lotus Elan, RX-7 berevolusi menjadi salah satu sports car ikonik Jepang yang melegenda dengan mesin rotary-nya.

RX-8

Setelah Mazda RX-7 FD lahir Mazda melakukan perkembangan dengan menghadirkan Mazda RX-8 yang merupakan adik dari Mazda RX-7 FD dengan berbagai perubahan baik dari interior maupun dari sisi exterior dengan tetap menggunakan teknologi mesin yang sudah ada. Mazda RX-8 yang merupakan salah satu sport car besutan Mazda yang menggunakan mesin rotari generasi berikutnya setelah Mazda RX-7. Sport car berpintu empat dengan bentuk unik ini pertama kali dikenalkan ketika pergelaran North American International Auto Show pada tahun 2001 dan mobil keluaran Mazda ini diproduksi secara masal pada tahun 2003 untuk melanjutkan kesuksesan pendahulunya yaitu, Mazda RX-7. Mazda RX-8 ini sendiri mempunyai beberapa rival mobil seperti Honda S2000, Toyota Celica, Audi TT, BMW M3 dan juga Mercedes SLK series. Perubahan yang dilakukan oleh Mazda sendiri pada sisi eksterior pada RX-8 adalah dengan membuat lampu yang berbentuk runcing dengan sudut tajam yang membuatnya terlihat agresif. Bukan hanya eksterior saja yang membuatnya terlihat lebih agresif melainkan dari sisi mesinnya pun juga mendukung dengan menggunakan sistem mesin rotary seri 13B dengan 1,3L yang dapat menghasilkan 232 horse power dan dapat menghasilkan perputaran pada 5500 rpm dengan torsi sebesar 215Nm sangatlah mendukung kegarangan dari mobil RX-8 ini meskipun masih menerapkan percepatan 5 shift dan 6 shift pada transmisi matic mobil ini dengan sistem tritonic yang dapat dipilih pada shift paddle.

Kenapa Harus Mazda

Mengapa harus Mazda? Dari jaman dahulu hingga saat ini Mazda banyak sekali mengeluarkan berbagai perubahan baik dari sisi interior maupun eksterior. Teknologi yang ditawarkan oleh Mazda sangatlah banyak dan juga tidaklah terbilang sangat mahal. Banyak sekali teknologi mesin yang dikembangkan oleh produsen mobil Mazda ini sendiri seperti SkyActiv G, SkyActiv X, SkyActiv D, SkyActiv Hybrid, i-Activsense, G-Vectoring Control dan masih banyak lainnya. Dengan adanya teknologi yang begitu banyak dan begitu canggih yang dapat memberikan kenyamanan pada konsumen saat berkendara serta memberikan harga yang cukup terbilang tidak terlalu mahal merupakan salah satu penawaran yang diberikan oleh Mazda sendiri kepada konsumen, sehingga konsumen dapat merasa puas dan konsumen tidak perlu ragu dalam memilih kendaraan roda empat yang nyaman dan tidak terlalu mahal serta perawatan pada kendaraan yang dimiliki konsumen tidaklah terlalu susah dikarenakan onderdil yang dijual juga cukup banyak pilihan dan banyak variasi harga.

The Legend of Mazda RX7 “Brap – Brap”

Mazda RX-7! Ya siapa yang tidak kenal dengan mobil legenda 1 ini yang merupakan hasil perkembangan dari bibit utama mobil yang menggunakan mesin dengan sistem perputaran atau yang sering di dengar dengan sistem Rotary Engine. Pada 1961 yang dimana pada saat itu Mazda melakukan MOU (Memorandum Of Understanding) dengan salah satu perusahaan bernama NSU Motorewenke AG dimana saat itu sang penemu mesin dengan cara kerja berputar dengan tenaga yang sangat besar namun juga sangat ringkih, yaitu Felix Wankel. Setelah enam tahun berjalan dengan terus mengembangkan mesin rotary, Mazda akhirnya menemukan solusi dari masalah mesin rotary, dan memasangkan mesin tersebut pada sportscar pertamanya Mazda yaitu Mazda Cosmo, yang pertama kali diperkenalkan pada Tokyo Motor Show pada tahun 1964, dan baru diproduksi pada bulan Mei 1967. Lima tahun berselang setelah Mazda Cosmo lahir, mesin wankel rotary juga disematkan di line-up coupe mungil RX-3 Savannah Coupe pada 1972. Pada akhirnya RX-3 Savannah pun meraih kesuksesan di ajang balap dan di pasar sebagai mobil berperforma besar dengan budget yang sangat murah pada zamannya. Setelah RX-3 Savannah telah meraih kesuksesan, Mazda langsung berencana membuat sebuah sportcar dengan harga murah dan style yang sama baiknya tanpa mengurangi performa yang sudah ada sebelumnya. Akhirnya Mazda merencanakan untuk membuat saingan dari Lotus Elan ciptaan Colin Chapman, maka lahirlah Mazda RX-7 generasi pertama yaitu Mazda RX-7 Savannah SA22C dan FB (1979 – 1985). Meski Mazda RX-7 memakai nama Savannah yang dipopulerkan oleh RX-3, keduanya adalah mobil yang benar-benar berbeda. Persamaannya hanyalah penggunaan mesin Wankel dengan sistem Rotary Engine yang dipakai pada kedua mobil tersebut. Design dari RX-7 sendiri dikepalai oleh Matasaburo Maeda dan dengan timnya lahirlah bentukan dari RX-7 tersebut, RX-7 dijual bersamaan dengan beberapa line-up lain Mazda yang juga memakai mesin rotary. Pada seri ini Mazda RX-7 merupakan yang pertama menggunakan mesin rotary berkapasitas 1.146cc berkode 12A yang menghasilkan tenaga 100HP, yang diciptakan dengan transmisi manual 4/5 shift, atau transmisi otomoatis 3-percepatan JATCO 3N71B. Tenaganya tidak terlalu besar, namun dengan bobot mobil yang sedikit lebih dari 1.000kg, dan koefisien drag yang hanya 0,36 RX-7 adalah mobil yang menyenangkan untuk dikendarai. Pada bagian performanya tidaklah bisa dipandang sebelah mata dikarenakan akselearsi yang dilakukan pada mesin dengan kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu tempuh 9,2 detik dengan top speed 190 km/jam. Sebuah prestasi yang sangat impresif untuk sebuah mesin dengan cara kerja berrotasi. Bukan hanya di mesin saja Mazda RX-7 ini mempunyai kesan yang sangat baik namun pada bagian design RX-7 yang dapat menciptakan performa menikung yang sangat baik dengan bermodalkan pusat gravitasi rendah dan weight distribution 50:50, RX-7 dapat menghasilkan gaya gravitasi 0,779g ketika menikung. Seiring berkembangnya waktu Mazda RX-7 mendapatkan berbagai perubahan di beberapa bagian baik dari sisi eksterior maupun interior. Namun yang paling penting adalah pilihan transmisi manual yang kini hanya 5-percepatan, dan peningkatan mesin menjadi 114HP. Produksi Mazda RX-7 generasi pertama berhenti pada tahun 1985 dan pada tahun 1985 model FC sudah siap untuk melanjutkan kesuksesan generasi pertama dengan ubahan konsep yang tidak signifikan, namun krusial. Hingga pada tahun 1985 lahirlah generasi ke 3 (tiga) dari Mazda RX-7 dengan seri FD dengan pembawaan mesin 13B-REW 1.308cc twin-rotor yang sudah disesuaikan tetapi tidak dengan dimensi mobil, khususnya lebarnya. Ubahan desain RX-7 FD cukup signifikan dibanding dua pendahulunya, dimana kesan mobil kotak kini berubah menjadi sangat aerodinamis dan cantik. Mesin yang dipakai masih sama seperti generasi kedua, Mazda memperkenalkan sistem sequential turbo, yang mana keduanya aktif di putaran mesin berbeda. Turbo pertama mulai beroperasi di putaran mesin 1.800rpm dengan menghasilkan turbo boost 10psi, masuk ke putaran atas, kerja turbo pertama digantikan turbo kedua yang memberi boost 8psi mulai 4.500rpm. Sistem twin-turbo ini berjalan sangat halus sehingga menghasilkan penyaluran tenaga dan torsi yang konsisten dari putaran mesin bawah hingga atas. Tenaga yang dihasilkan juga mengalami lonjakan yang sangat signifikan, di mana RX-7 FD versi awal (series 6) menghasilkan 294 Nm dan 252 horse power, dan terus meningkat sampai 313 Nm dan 276 horse power. Pada saat 2002 mulailah Mazda berhenti produksi. Berkat desain yang cantik yang dipadukan dengan tenaga mesin yang sangat mumpuni, Mazda RX-7 FD jadi posterboy dari mobil performa Jepang yang booming di tahun 1990-an, termasuk para pesaing Mazda RX-7 FD ini yaitu Toyota Supra MK4 dan Skyline GT-R R33-R34, sampai Honda NSX yang kini dianggap sebagai sportscar ikonik Jepang tahun 1990-an. Selama 24 tahun Mazda memproduksi pada tahun 1978-2002 lahirlah Mazda dengan seri RX-nya dengan tiga generasi berbeda. Sebanyak 471.018 unit Mazda RX-7 diproduksi diseluruh dunia. Berawal dari sportscar murah pesaing Lotus Elan, RX-7 berevolusi menjadi salah satu sportscar ikonik Jepang yang melegenda dengan mesin rotary-nya.

Mazda Bukan Penemu Rotary Engine? Lalu Siapa Penemu Rotary Engine?

Tepat di usia 54 tahun yang lalu pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 Mei, Mazda telah memproduksi mobil pertama dengan mesin rotary engine yang tertanam pada mobil pertamanya yaitu Cosmo Sport 110S dengan kapasitas mesin sebesar 982cc. Meski memiliki kapasitas mesin kecil, namun memiliki tenaga cukup besar yakini 110 horse power. Disinilah keunggulan dari mesin Rotary dimana cara bekerjanya mesin tidak menggunakan piston melainkan menggunakan perputaran yang dimana mesin kecil tetapi dapat menghasilkan tenaga yang begitu besar dibandingkan dengan menggunakan piston yang dimana cara kerjanya adalah naik dan turun secara vertikal maupun horizontal. Mesin rotary engine sendiri bekerja dengan menggunakan piston berbentuk segitiga dan cara kerjanya adalah dengan berputar atau berotasi dimana piston yang berbentuk segitiga tersebut merangkap sebagai ruang bakar sehingga menjadi satu kesatuan, maka dari itu cara kerja mesin ini berbeda dengan mesin silinder yang bekerja secara vertikal atau horizontal. Salah satu keunggulan dari mesin rotary sendiri adalah dengan bentuk yang kompak dan kecil namun dapat menghasilkan sebuah tenaga mesin yang sangat mengagumkan. Dikarenakan pada setiap seperempat putaran rotor menyelesaikan ekspansi atau kompresi gas di dalam ruang, yang memungkinkan empat karakteristik fungsi dari semua mesin pembakaran internal dan adanya pemasukan, kompresi, ekspansi, dan pembuangan sehingga diselesaikan selama satu putaran rotor. Bagian yang bergerak hanyalah rotor dan poros keluaran. Secara teori, keuntungan dari desain ini termasuk bobotnya yang ringan, bagian yang bergerak sedikit, kekompakan, biaya awal yang rendah, perbaikan yang dibutuhkan lebih sedikit, dan kinerja yang relatif mulus. Pada awal lahirnya mesin yang bekerja secara berputar ini, banyak sekali pabrikan otomotif dunia yang menggunakannya seperti seperti GM, Mercedes-Benz, Mazda, Rolls Royce, dan NSU. Namun hanya Mazda saja diantara semua pabrikan yang saat ini hanya serius mengembangkan mesin legendaris rotary engine ini. Tetapi siapa penemu dari sistem dan cara kerja dari Rotary Engine pada mesin mobil pabrikan jepang ini? Sejarah lahirnya mesin ini berawal dari insinyur asal Jerman yang bernama Felix Wankel yang dimana pada saat itu dia sedang berusaha menciptakan sebuah mesin yang dapat menghasilkan sebuah performa besar dan cara kerjanya lebih optimal dan efisiensi dibandingkan dengan mesin yang sudah ada dan banyak digunakan oleh pabrikan mobil lain. Felix Wankel adalah seorang yang lahir pada 13 Agustus 1902 dan meninggal pada 9 Oktober 1988 dia merupakan seorang penemu yang tidak pernah mendapatkan gelar teknik ataupun SIM (Surat Izin Mengemudi). Felix Wankel atau yang lebih dikenal dengan Wankel merupakan seorang putra pejabat kehutanan di wilayah Black Forest di Jerman bagian selatan, dan dia tumbuh dalam keadaan yang sulit dikarenakan ayahnya telah meninggal dalam Perang Dunia I. Sebagai seorang pemuda yang yakin bisa dan dapat merancang mesin yang dapat bekerja dengan cara berputar dan lebih praktis akhirnya dia mendirikan sebuah bisnis teknik kecil di Heidelberg sambil membiayai dirinya sendiri dengan pekerjaan lain seperti berjualan buku. Selama periode Nazi dan Perang Dunia II, dia tinggal di Lindau, di Danau Constance, di mana dia mengerjakan desain untuk segel, katup putar tidak konvensional, dan mesin putar untuk mesin mobil dan pesawat terbang. Pada berbagai waktu dia bekerja untuk Daimler-Benz dan perusahaan mobil BMW serta angkatan udara Jerman. Tetapi sangat disayangkan di akhir perang, bengkel Wankel dibongkar oleh pihak berwenang. Tetapi dengan tekat yang besar akhirnya pada tahun 1951 Wankel mulai bekerja di Lindau dengan departemen penelitian di sebuah pabrik mesin yaitu NSU Motorenwerk AG. Disana Wankel menyelesaikan design dari mesin rotari pertamanya untuk NSU pada tahun 1954, dan unit prototype yang dikembangkan dilakukan uji coba pada tahun 1957 dan 1958. Pada tahun 1961 Mazda, sebuah perusahaan mobil Jepang, mengontrak NSU untuk bekerjasama dan memproduksi serta mengembangkan mesin dengan sistem yang dibuat oleh Wankel di Jepang. Mobil Mazda bermesin putar diperkenalkan ke pasar Jepang pada 1960-an dan pasar Amerika pada 1971. Wankel mendirikan serangkaian perusahaan penelitiannya di Lindau, di mana ia terus bekerja di bawah kontrak untuk berbagai perusahaan tentang masalah mendasar dan pengembangan mesin putar kedepannya. Pada akhirnya Wankel menerima beberapa penghargaan dari perkumpulan teknik di Jerman dan luar negeri, sehingga pada tahun 1969 ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Teknik Munich. Wankel sendiri berkomitmen sepanjang hidupnya untuk antiviviseksionisme (penggunaan hewan sebagai percobaan atau eksperimen), karena itu pada tahun 1972 Wankel mendirikan Penghargaan Penelitian Kesejahteraan Hewan Felix Wankel tahunan atau setengah tahunan untuk makalah dan proyek yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan dan penghentian eksperimen pada hewan hidup.

Sejarah Awal Berdirinya Mazda Hingga Saat Ini

Sudah 101 tahun berdiri sejak 30 Januari 1920, pabrikan Toyo Cork Kogyo (Jepang) yang dikenal dahulunya membuat pembuat penyumbat botol telah memulai bisnisnya di Hiroshima dan perusahaan itu menjadi besar dan dikenal sebagai salah satu pabrikan otomotif terkenal di dunia yaitu Mazda. Pada tahun 1927, perusahaan mulai merambah dan memulai produksi pada peralatan mesin, hingga akhirnya berhasil membuat mobil perdananya. Perusahaan ini juga hampir menghadapi kebangkrutan dan diselamatkan oleh Hiroshima Saving Bank. Setelah beberapa tahun kemudian, Toyo Cork Kogyo telah memulai design perdananya. Pada 1931, Toyo akhirnya mampu mengembangkan salah satu produk ikonik pertamanya yang diberikan nama Mazda-Go yang merupakan kendaraan roda tiga yang menyerupai sepeda dan dilengkapi oleh tempat mengangkut barang di belakang kendaraan tersebut. Mazda-Go merupakan produk pertama yang telah berhasil dikembangkan Toyo Ketika itu. Sehingga perusahaan Toyo Cork Kogyo merubah nama menjadi Mazda. Nama ini berasal dari nama dewa harmoni, kecerdasan, dan kebijaksanaan dari peradaban paling awal di Asia Barat yaitu “Ahura Mazda”. Tidak hanya menafsirkan Mazda sebagai simbol awal peradaban Timur dan Barat, tetapi juga simbol peradaban dan budaya di industri otomotif. Setelah kesuksesan kendaraan roda tiga tersebut, Mazda melakukan inovasi untuk membuat mobil. Namun ketika adanya Perang Dunia 2 (dua), maka produksi mobil dihentikan dikarenakan perusahaan tersebut berada di Hiroshima, dikarenakan akibat pemboman Hiroshima dan Nagasaki. Selama berperang Mazda menghasilkan banyak senjata untuk digunakan oleh militer Jepang selama perang dalam periode 1940-an. Mereka bertanggung jawab atas produksi seri 30 hingga 35 serta senapan tipe 99. Pada 1950-an, Mazda mulai membuat kendaraan roda empat dan mulai menjual ke publik. Sehingga pada era 1960-an lahirlah kendaraan berpenumpang pertama yaitu R360 Coupe yang berhasil diperkenalkan ke dunia. Dua tahun setelah lahirnya R360 Coupe maka muncul-lah mobil pertamanya yang menggunakan mesin berbasis rotary engine  pada kendaraan barunya yaitu Cosmo Sport 1105 dengan hasil Kerjasama dengan mitra perusahaan. Inilah bibit pertama munculnya mesin kendaraan bermotor menggunakan system Rotary engine. Pada tahun 1970 Mazda telah memasuki pasar Amerika Serikat dengan mobil unggulannya yaitu R100 Coupe yang diproduksi secara massal di AS dan menghasilkan penjualan yang sukses dan menjadikan batu loncatan untuk memproduksi Rotary Pickup untuk Amerika Utara dan Kanada. Karena adanya inovasi yang dilakukan oleh Mazda pada tahun 1960 maka lahirlah mobil – mobil bertenaga besar yang didasarkan dari B-Series yang menggunakan tenaga piston. Pada 1978 lahirlah mobil sport yang terjangkau dan bertenaga besar yaitu Mazda RX-7 yang dilanjutkan dengan Mazda RX-8  yang merupakan bibit hasil perkembangan dari mobil sebelumnya yaitu Mazda R360 Coupe yang dimana Mazda RX-7 dan adiknya Mazda RX-8 hingga saat ini banyak digemari oleh para penggemar mobil sport JDM  (Japanese Domestic Market). Sehingga tidak diragukan lagi pencapaian penjualan dari Mazda sendiri meningkat pesat. Pada era 1970-an saham Mazda sempat diakuisisi oleh perusahaan kendaraan dari Detroid, Michigan Amerika Serikat yaitu Ford Motor Company yang dimana saham Mazda diakuisisi sebesar 24,5 persen. Dengan adanya Ford Motor Company keduanya telah berhasil menciptakan truk Bongo dan Titan tetapi sayang tidak dijual menggunakan merek Mazda melainkan menggunakan merek Ford Motor Company dengan pemasaran ke sebagian besar wilayah Asia dan Pasifik. Setelah lahirnya Mazda RX-7 dan RX-8 pada tahun 1978 maka lahirlah mobil yang tidak kalah saing dengan RX-7 dan RX-8 yaitu Mazda MX-5 sport 2 (dua) pintu pada tahun 1989 yang dijual dengan harga awal 13.800 dollar AS sehingga pada 1991 Mazda telah mencetak sejarah dengan memenangkan perlombaan Le Mans dengan menggunakan Mazda 787 B yang merupakan kendaraan pertama dengan mesin rotary engine serta kendaraan yang dibuat oleh perusahaan mobil Jepang. Sehingga mesin pada Mazda 787 B merupakan mesin yang diturunkan kepada mobil Mazda Skyactive. Sebelum dapat mencatat pada perlombaan Le Mans. Pada 1990 Mazda mengalami kemerosotan ekonomi di Jepang, Selama hampir 6 tahun Mazda hampir mengalami potensi gulung tikar, Ford Motor Company mengambil alih saham dan menyelamatkan dari potensi kebangkrutan. Sehingga keduanya telah bekerja sama dan berbagi fasilitas manufaktur di beberapa negara Bersama Dengan platform kendaraan dan SDM dan SDA lainnya. Pada tahun 2008, Ford Motor Company yang merugi akibat krisis ekonomi global serta  penjualan pada produksi mobil turun drastis, sehingga Ford Motor Company melepaskan kendali akan saham Mazda dengan menjual 20 persen. Pada ulang tahunnya yang ke 20 tahun pada 2009, Mazda MX-5 Miata yang saat itu telah terjual sebanyak 900.000 unit telah memenangkan 180 penghargaan. Sehingga pada 2010, Ford Motor Company mengurangi kepemilikannya menjadi 3 persen tetapi kedua perusahaan tersebut tetap melakukan kerja sama dalam berbagai usaha patungan di masa depan. Mazda sendiri akhirnya dapat memiliki kembali saham kepemilikannya dari Ford Motor Company pada tahun 2015. Tetapi setelah Mazda mendapatkan sahamnya kembali Mazda melakukan tanda tangan perjanjian baru dengan Perusahaan mobil Jepang juga yaitu Toyota untuk menjalankan kemitraan sehingga Mazda menangani penyediaan teknologi mesin hemat bahan bakar ke Toyota dengan imbalan system sel bahan bakar hydrogen untuk digunakan oleh Mazda pada produksi kendaraan pada jaman sekarang.